Showing posts with label tak. Show all posts
Showing posts with label tak. Show all posts
Monday, April 17, 2017
4 Coretan tak berkisah
4 Coretan tak berkisah
SEPERTI MATI RASA! Sial!
Semuanya berasa datar! Tak ada lagi dinamika dan ritme yang membuatku melonjak girang. Semua not istirahat di tempat, hanya DO yang masih saja mengambil nada awal, dan itu akan berujung sama. Emang, lebih naik satu oktaf. Tapi tetap sama, NOT yang sama, DO!
Sekeras apapun berusaha untuk menjadi jiwa yang ikhlas, sekeras itu pula memberontak. Hidup tidak semudah omongan para motivator. Kadang merasa mereka percuma menjual omongan karena pada nyatanya tetap saja walau sudah berulang kali berusaha berpikir sepositif yang mereka contohkan.
Terkadang kenyataan itu seperti mimpi, bergerak begitu saja menjauh dari hal-hal yang berbau nyata. Semua berlalu dengan tak kumengerti. Dan mimpi seringkali tampak begitu nyata. Saat tanganku seakan masih bisa menyentuh, lalu aku terbangun dan sadar bahwa sinar yang mengendap masuk melalui celah melihatku tersenyum dalam tidur. Ia bangunkanku, mengajakku menari dalam dunia nyata yang bagiku tampak semu.
Hari senjaku berlalu menikmati riuh rendah dunia dibalik awan terasing dalam lamunan dan perputaran roda zaman. Berlalu tak menghiraukan kehormatan dahulu, tiada kasih, tiada peduli, tiada ramahmu kini. Memang aku hanyalah sisa sisa dari zaman yang berlalu yang hanya terukir dalam masa saat ku kembali nanti. Jauh didalam hatiku tak banyak yang ku minta, cukup saling menyadari.
TRAGEDI MORAL
TRAGEDI MORAL
Available link for download
Tuesday, December 27, 2016
4 Coretan tak berkisah part2
4 Coretan tak berkisah part2
Aku berjalan menyusuri malam, menyusuri kegelapan tanpa penerang dan tanpa teman
Aku berlari kencang sekuat tenaga ke ujung jalan tak terhentikan
Aku berteriak lepas tuk melupakan dan menangis terisak tuk mengingat
Apa yang bisa ku lakukan dengan kesendirian, kesepian, tanpa teman, tanpa kawan dan kasih sayang.
Sebuah kata yang dulu sering ku ucap
Sebuah kata yang dulu menemani hari-hariku
Sebuah kata yang dulu selalu ku tulis dalam memori otakku
Saat terjatuh, ku memanggil untuk bangun
Saat terpuruk, ku memanggil untuk bangkit
Saat sedih, ku memanggil untuk bahagia
Saat menangis, ku memanggil untuk tawa
Kini
Tak lagi ku ucap
Tak lagi ada dalam benak
Perlahan terbang
Perlahan menghilang
Dan tak lagi pulang
Saat di mana aku merasakan kedamaian
Saat di mana aku merasa tenang
Saat di mana aku dapat mengenang
Aku menyukai malam
Karena aku menyukai bintang
Diantara beribu bintang
Selalu ku cari yang paling terang
Karena di situ tersimpan harapan
Yang akan membawaku terbang dalam angan
Hanya malam yang menjadi saksi
Antara bintang dan Aku
Antara bayangan dan impianku
Antara kenangan dan air mataku
Saat mereka bersaing untuk memiliki cintanya
Saat mereka berjuang untuk memperjuangkan hatinya
Saat mereka bertaruh untuk mempertaruhkan perasaannya
Membuktikan pada cintanya
Inilah pengorbanan, inilah perasaan, inilah isi hati, inilah CINTA
Saling membohongi diri sendiri, memunafikkan hati dan menutupi rasa sakit
Ini hanya sebuah ilusi yang takkan menjadi nyata
Hanya sebuah angan yang terlukis dalam bayang
Lelah mengejar, letih mencari dan tak mampu menggapai
Hanya mampu menatap dari kejauhan
Hanya mampu mendengar tanpa melihat sosok anggunnya
Hanya mampu memberi rasa tanpa balasan
Hanya mampu memendam tanpa berucap
Dua Malaikat Cinta
Menanti tanpa kejelasan
Menunggu tanpa tujuan
Berjalan tanpa arah
Berharap tanpa kepastian
Available link for download
Subscribe to:
Posts (Atom)